Setiap orang tua pasti bangga saat melihat buah hati mencapai tonggak perkembangan baru, termasuk saat mulai berlari. Kemampuan ini merupakan bagian dari perkembangan motorik kasar yang melibatkan otot-otot besar di kaki, lengan, dan tubuh.
Kapan Anak Mulai Berlari?
Menurut panduan kesehatan, anak-anak biasanya mulai bisa berlari di usia 18 hingga 24 bulan. Pada awalnya, mereka mungkin masih kikuk dan sering terjatuh. Namun seiring waktu, kemampuan ini akan semakin terasah hingga usia 5-6 tahun.
Manfaat Lari untuk Tumbuh Kembang Anak
- Meningkatkan daya tahan tubuh – Aktivitas fisik seperti berlari membantu memenuhi kebutuhan olahraga harian anak, minimal 60 menit per hari sesuai rekomendasi WHO.
- Memperkuat tulang dan otot – Tekanan saat berlari merangsang pertumbuhan tulang dan memperkuat otot-otot besar.
- Melatih perencanaan motorik – Anak belajar menavigasi lingkungan, menghindari rintangan, dan beradaptasi dengan medan berbeda.
- Mengontrol gerakan – Anak belajar mengatur kecepatan dan intensitas lari sesuai situasi, misalnya lari pelan saat mendekati adik atau lari kencang saat bermain.
- Mendukung perkembangan sosial – Berlari sering menjadi bagian dari permainan kelompok seperti kejar-kejaran, yang mengajarkan interaksi, giliran, dan kerja sama.
Tahapan Perkembangan Berlari
Usia 18-24 bulan: Anak mulai berlari tapi masih dalam garis lurus dan mudah jatuh. Usia 2 tahun: Mulai bisa menghindari benda di depannya. Usia 2,5 tahun: Sudah bisa berlari dengan lebih lancar, perlu pengawasan ekstra karena mereka akan senang 'kabur'. Usia 3 tahun: Pola lari semakin baik, meski masih terlihat sedikit kaku. Mereka mulai bisa mengejar, berlari menjauh, dan melompat dari ketinggian kecil.
Keterampilan yang Perlu Dikuasai Sebelum Berlari
Sebelum mahir berlari, anak perlu menguasai beberapa gerakan dasar: menaiki tangga dengan satu tangan dipegang, melompat dengan dua kaki, berjalan mundur, berjalan menendang bola, dan berjalan di permukaan tidak rata. Semua ini melatih keseimbangan dan kekuatan otot.
Cara Stimulasi Anak agar Suka Berlari
Bunda bisa mendorong si kecil untuk berlari dengan cara: ciptakan area bermain yang aman dan lapang, pastikan ia memakai sepatu yang nyaman, ajak ke taman atau tempat menarik yang memicu rasa ingin tahu, dan bermainlah bersama seperti petak umpet atau lomba lari kecil. Namun ingat, jangan memaksa jika anak belum siap.
Setiap anak punya ritme perkembangan sendiri. Yang terpenting adalah memberikan dukungan dan lingkungan yang mendukung eksplorasi gerak. Selamat menikmati setiap momen lucu si kecil yang mulai belajar berlari!